Database Kebencanaan Provinsi DIY![]() Informasi kegiatan Rehabilitas dan Rekonstruksi perlu ditata dan dikelola dengan baik untuk menjadi pembelajaran bersama dalam penanganan gempa DIY-Jateng. Dalam hubungannya dengan ini, pengalaman Tim Teknis Nasional (TTN) yang dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden No. 9 Tahun 2006 adalah sebuah modal awal bagi pembentukan Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B) DIY. Jika merujuk kepada program kerja sesuai dengan tupoksi tugas PIP2B dalam Peraturan Gubernur No.36 Tahun 2008, maka disebutkan antara lain PIP2B merupakan pelayanan informasi teknis permukiman dan bangunan; pelayanan informasi peraturan, pedoman norma standar dan manual bidang permukiman dan bangunan; pelayanan informasi pasar perkembangan teknologi perumahan dan bangunan; pelayanan jasa konsultasi, perncangan bangunan, supervisi, saran teknis dan promosi; dan fasilitasi pelatihan dan pengembangan kapasitas. Pembentukan PIP2B DIY ini berawal dari adanya keinginan dari Gubernur DIY untuk menjadikan DIY menjadi Centre Excelence. Hal ini dimaksudkan bahwa DIY adalah provinsi yang mampu sebagai tempat bertanya dan memberikan jawaban mengenai kebencanaan. Disamping itu, yang juga menjadi nilai tambah, ternyata masyarakat DIY mempunyai kekuatan dan kekhasan tersendiri dalam menangani gempa. Secara riil, PIP2B mempunyai tugas untuk membangun jaringan informasi untuk meningkatkatkan reputasi lembaga perumahan dan permukiman yang mandiri khususnya dalam mendukung pembangunan perumahan swadaya. PIP2B yang dikembangkan di Provinsi Yogyakarta mempunyai kekhasan yaitu momentum pembangunannya adalah pasca bencana gempa tahun 2006, sehingga salah satu tujuan pendiriannya adalah mengawal pengembangan pemukiman dan bangunan yang aman terhadap gempa. Dengan kata lain, agar pengembangan lanjut rumah hasil rehabilitasi rekonstruksi agar tetap dapat mengacu informasi standar kaidah aman gempa. Media informasi kebencanaan ini diharapkan menjadi memori jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan di provinsi DIY agar pengembangan permukiman berikutnya menjadikan pemukiman yang semakin aman bencana. Dan apabila terjadi bencana meminimalkan korban dan proses rehabilitasi rekonstruksi yang semakin baik dan cepat. Artikel
Publikasi
|
